Agama

Indahnya hidup dibawah naungan Islam …

Sungguh betapa bahagianya siapa saja yang menyadari betapa indah dan lezatnya orang yang mengetahui ilmu tentang bagaimana menjadi seorang hamba Allah yang tertuntun dalam cahaya Islam yang hakiki. Dia tidak akan merelakan sesaat pun, kecuali menjadi jalan untuk mendapatkan curahan kasih sayang dan keridhaan-Nya.

Dia akan sangat mewaspadai segala sikapnya. Pandangannya disiapkan untuk menjadi mata yang dapat memandang Allah di akhirat kelak. Karena itu, ditahannya sekuat-kuatnya dari segala hal yang tidak diridhai-Nya. Dipalingkannya sedemikian rupa dari segala yang diharamkan. Dijadikannya lading kegemaran dan kenikmatan ayat-ayat dari Sang Maha Pencipta. Tatapannya senantiasa bersih dari segala kemaksiatan.

Lisannya jauh dari selera rendah. Senantiasa berpikir terlebih dahulu sebelum berucap, senantiasa kata-katanya benar-benar bermutu, indah menyejukkan, merasuk lembut menyentuh kalbu. Terkadang bergelora, membakar semangat untuk taat, penuh hikmah dan manfaat, membuat siapapun merasa beruntung mendengarkannya. Sungguh jauh dari kalimat-kalimat keji, kotor, hina dan sia-sia.

Bahkan diamnya sekalipun membuat pendengarannya semakin mengingatkan dan merindukan taat kepada Allah. Sementara lidahnya selalu basah menyebut asma-Nya.

Wajahnya selalu cerah ceria, senantiasa dihiasi senyum ikhlas. Gerak-geriknya selalu terjaga dan terpelihara. Penampilannya sederhana, namun menyenangkan. Selalu cepat hadir kebaikannya dimana pun dia berada. Siapapun merasa aman dan tentram dengan kehadirannya. Sungguh senantiasa mengesankan perilaku dan tindak-tanduknya.

Setiap terngiang ditelinganya panggilan adzan, tak pernah dia menunda-nunda langkahnya menuju rumah Allah. Dia berwudhu dan wudhunya senantiasa bersih dan sempurna. Indah, khusyu, dan nikmat senantiasa ibadahnya. Hari-harinya sarat dengan sujud dalam ibadah, dan syukur atas karunia nikmat-Nya.

Ah, … Sekiranya Allah Azza wa Jalla berkenan memilih kita menjadi orang yang memiliki sikap dan akhlak seperti ini, niscaya tidak akan diragukan lagi jaminan kemuliaan dan kebahagiaan dalam sisa umur kita di dunia ini, apalagi di akhirat kelak.

Sungguh, sama sekali tidak sulit bagi Allah memilih kita menjadi orang yang mulia. Karenanya, berjuanglah sekuat-sekuatnya, sehingga Allah memandang layak untuk menempatkan kita dalam singgasana kemuliaan. Jadilah hamba Allah yang terbaik dan mengesankan baginya.

Ya Rabb. Kalau sampai berakhir hari-hari dan malam-malam yang telah kami rajut dengan benang-benang ibadah ini, sementara pada diri kami masih ada dosa dan kesalahan, maka ampunilah dan ridhailah kami. Sekiranya ternyata Engkau sudah ridah, tambahkanlah keridhaan-Mu itu agar kami menjadi hamba yang senantiasa dapat merasakan keindahan dan kelezatan iman. Amin.


Sudah Mantapkah Aqidah kita?


Dari pertanyaan itu, apa yang terbenak dalam pikiran kalian? Ketakutan? Ketenangan? Atau bingung? Sebelum kita mulai pemanasan dulu yah… Apa sich arti dari Aqidah itu? Menurut buku yang say abaca Aqidah itu adalah pengikatan. Yaitu apa yang diyakini seseorang. Sampai sini kalian sudah tau apa itu aqidah. Penasaran gak dengan lanjutannya?

Aqidah juga dapat diartikan menjadi rukun iman (secara syara) yaitu dibagi menjadi dua yaitu i’tiqadiyah dan amaliyah.

Apa sich itu I’tiqadiyah apa sich itu amaliyah? Pertama saya belajar juga bingung mendengar hal itu, karena kedua kata itu asing bagi telingaku. Nah,supaya tau MarKiJut (Mari Kita Lanjut c:) I’tiqodiyah adalah hal-hal yang tidak berhubungan dengan tata cara amal. Contohnya: kewajiban kita beribadah kepada Allah, Rukun Iman, hal ini disebut ashliyah (pokok agama). Yang disebut amaliyah adalah kebalikannya I’tiqadiyah yang tadi, yaitu segala apa-apa yang berhubungan dengan tata cara amal. Seperti shalat, zakat, puasa, dan seluruh hokum- hokum amaliyah. Hal ini disebut far’iyah (cabang agama).

Jika kalian ingin mengetahuinya lebih lanjut, bisa dilihat QS.Al-kahfi:110, QS.az-Zumar:65, Az-Zumar:2-3, Al-araf:59,65,73,85).

Gimana? Seru kan? Masih ketagihan atau cukup?

“Janganlah kalian mudah puas terhadap ilmu, namun selalu hauslah terhadap ilmu”

Kenal kah Dengan Kata Tauhid?

Tauhid adalah meyakini keesaan Allah dalam rububiyah, ikhlas beribadah kepada-Nya, serta menetapkan bagi-Nya nama- nama dan sifat- sifat-Nya.

Apa lagi ini… rububiyah? Kata baru lagi (bagi yang blom tau c:)! Mau tau artinya!? Terusin aja bacanya!ok!

Tauhid dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid Asma wa Sifat. Setiap tauhid ini mempunyai makna yang berbeda lho! Karena namanya pun berbeda…

First, Tauhid Rububiyah yaitu Mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan makhluk-Nya.

“Allah menciptakan segala sesuatu…” (QS, Az- Zumar:62).

Penyimpangan Aqidah

Yang dimaksud penyimpangan aqidah ini adalah kehancuran dan kesesatan.

Tanpa aqidah yang benar setan- setan akan sangat mudah menggoda kita.

Tanpa aqidah yang benar kita mudah terbawa oleh badai bahkan angin sekalipun.

Tanpa aqidah yang benar teman kita sendiri bisa menjadikan kita orang yang terburuk.

Tanpa aqidah yang benar apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita ucapkan, apa yang kita sentuh, dan semua apa yang kita kerjakan akan menjadi salah dimata Allah.

Agar kita hidup di dunia ini tidak sia- sia, mari kita saling mengingatkan satu sama lain untuk menaati peraturan-Nya dan juga menjauhi larangan-Nya.

Sebab- Sebab Penyimpangannya

Yaitu diantaranya yang perlu kita ketahui adalah:

· Kebodohan terhadap akidah. Di sinilah sebab kita belajar aqidah, dengan begitu kita tidak termasuk kepada golongan yang mempunyai sifat penyimpangan. Yang dimaksud kebodohan di sini ialah tidak mau mempelajari dan mengajarkan akidah.

· Mendapatkan ajaran dari bapak, nenek moyang, biasanya ini adalah adat istiadat keluarga.

· Orang yang memutuskan hukum dengan pemikiran sendiri, tanpa melihat dari dalil- dalil.

· Berlebihan dalam mencintai orang lain, seperti para wali, orang salih.

· Lalai terhadap ayat-ayat Allah.

Cara Menanggulangi Penyimpangan Ini

ü Kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah untuk mengambil aqidah shahih.

ü Berusaha mempelajari ilmu aqidah.

ü Meluruskan akidah para da’i, akidah para umat Islam dengan mengajarkan akidah salaf serta menjawab dan menolak seluruh akdah batil.

Kita telah mengetahui sebagian dari Tauhid, kalian tidak maukan termasuk golongan orang- orang yang menyimpang? Yuk, kita tuntaskan pemahaman Tauhid.

Second,Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba berdasarkan niat. Ini adalah inti da’wah para rasul, mulai dari rasul pertama hingga terakhir.

“ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap- tiap umat-Nya (untuk menyerukan), sembahlah Allah saja, dan jauhilah thagut itu.” (QS, An- Nahl:36)

Apakah lailahailallah itu?

Bandingkan… betapa susahnya orang yahudi pada zaman dahulu mengatakan syahadat “lailahaillah” karena makna ini sangatlah besar bahwa “tidak berhak disembah selain Allah”. La kita??? Dengan gampangnya mengatakan syahadat, kita mengatakan kalimat suci ini, mungkin… kita tidak mempertanggung jawabkan apa yang kita perbuat. Seharusnya dengan mengucapkan syahadat kita benar- benar beribadah hanya untuk Allah, karena Allah, Demi Allah, kebanyakan syahadat yang kita ucapkan itu hanya sebagai tanda bahwa kita adalah orang islam ktp saja. Yah.. beginilah kita. Eits, enak saja kita hanya islam ktp. Ga boleh gitu dong! Kita harus buktikan kepada dunia bahwa umat islamlah yang akan memenangkan pertempuran ini.

Apa sich makna dari Syahadat itu?

Lailahaillah yaitu:“Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah”.

Muhammaddurrasulullah yaitu: Mengakui secara lahir batin bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan.

Yang Membatalkan Syahadat

· Syirik dalam beribadah kepada Allah

· Orang yang meyakini bahwa petunjuk nabi tidaklah sempurna

· Membenci ajaran yang dibawa oleh Rasulullah.

· Siapa yang menghina sesuatu dari agama rasulullah.

· Sihir

End, Tauhid Asma wa Sifat yaitu beriman kepada nama- nama Allah dan Sifat- sifatNya.

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-Lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuara:11)

Sekarang, Kita telah mengetahui ketiga tauhid yang akan menyempurnakan lembaran-lembaran yang hilang menjadi sebuah buku, yang akan membangun diri kita menjadi manusia sebenarnya. Dengan tauhid inilah kita akan menuju ke jalan yang lurus, menempuh wajahMu ya Rabb. Untuk itu mari kita berusaha saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.

Mohon maaf bila ada salah kata, salah penulisan. Kritik dan saran saya tunggu. Jazakumullah.

Mari bangkitkan semangat para terdahulu!!! Allahuakbar!!!


Hal- Hal Yang Membatalkan Iman

1. Mengingkari Rububiyah Allah.

2. Sombong serta menolak beribadah kepada Allah.

3. Menjadikan perantara dan penolong yang ia sembah.

4. Menolak sesuatu yang diterapkan Allah untuk dirinya.

5. Mendustakan Rasulullah tentang sesuatu yang beliau bawa.

6. Berkeyakinan bahwa petunjuk Rasulullah tidak sempurna.

7. Tidak mau mengkafirkan orang- orang musyrik.

8. Mengejek ayat- ayat al- qur’an.

9. Menolong orang musyrik untuk memusuhi orang muslim.

10. Meyakini bahwa orang- orang tertentu boleh keluar dari agama Rasulullah.

11. Berpaling dari agama Allah, tidak mau mempelajari atau mengamalkannya.

Responses

  1. Yuk kita lihat… betapa indahnya islam

  2. alhamdulillah..

    hatur nuhun pisan y..

    moga2 ap yg kmu tulis n aq baca dapat
    q talar dengan akal
    q resapi dengan hati
    q amalkan dengan jiwa raga..

    AMIIN

  3. jazakallah dech!!!

    Amin2…

    Terima ksaih atas sumbangan nya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: